Rahadi Oesman: Pejuang Kalimantan Barat yang Mengorbankan Jiwa Demi Kemerdekaan
![]() |
| Rahadi Oesman (1920–1945). Pejuang Kalimantan Barat yang memperjuangkan kemerdekaan rakyat melawan pendudukan Jepang. Gugur dalam Tragedi Mandor Berdarah. |
Biodata Singkat
- Nama lengkap: Rahadi Oesman
- Lahir: 1 agustus 1920, Pontianak, Kalimantan Barat
- Wafat: 7 desember 1945, ketapang, Kalimantan Barat
Awal Kehidupan
Rahadi Oesman lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada tahun 1920. Ia berasal dari keluarga pedagang, yang membentuknya menjadi pribadi yang tekun, cerdas, dan berwawasan luas. Sejak muda, Rahadi Oesman aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi pergerakan nasional di daerahnya.
Kesadaran politik Rahadi berkembang seiring dengan situasi kolonialisme Belanda yang menindas rakyat Kalimantan Barat. Ia tumbuh sebagai bagian dari generasi muda yang mendambakan kebebasan dan kemerdekaan.
Aktivitas Pergerakan dan Perlawanan
Setelah Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, Rahadi Oesman semakin terlibat dalam gerakan bawah tanah. Pendudukan Jepang, yang semula menjanjikan "Asia untuk Asia", berubah menjadi rezim yang lebih brutal, terutama di Kalimantan Barat.
Peran Rahadi Oesman:
- Aktif membangun jaringan perlawanan terhadap pendudukan Jepang.
- Menjadi penghubung antar kelompok pejuang di Kalimantan Barat.
- Terlibat dalam distribusi informasi, logistik, dan perencanaan gerilya melawan Jepang.
Ia merupakan salah satu tokoh muda penting dalam Peristiwa Mandor, sebuah gerakan perlawanan besar yang menantang kekuasaan Jepang di Kalimantan Barat.
Tragedi Mandor dan Gugurnya Rahadi Oesman
Pada tahun 1942–1945, Jepang mulai mencium adanya gerakan perlawanan rahasia di Kalimantan Barat. Mereka melakukan operasi besar-besaran untuk menangkap tokoh-tokoh perlawanan.
Rahadi Oesman akhirnya ditangkap bersama banyak pejuang lainnya. Pada tanggal 7 desember 1945, ia dieksekusi massal di Mandor bersama ribuan tokoh adat, ulama, saudagar, dan pemimpin lokal.
Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Tragedi Mandor Berdarah, sebuah momen kelam dalam sejarah Kalimantan Barat yang menandai hilangnya hampir seluruh elite lokal akibat kekejaman Jepang.
Warisan Perjuangan
Meski hidupnya singkat, perjuangan Rahadi Oesman menorehkan jejak besar dalam sejarah Kalimantan Barat. Ia menjadi simbol keberanian generasi muda dalam memperjuangkan kemerdekaan dari cengkeraman kolonialisme dan fasisme.
Namanya kini diabadikan menjadi nama Bandar Udara Rahadi Oesman di Ketapang, Kalimantan Barat, serta digunakan dalam berbagai bentuk penghormatan lain di daerah asalnya.
Referensi:
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden. (2018). Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018.
Jakarta.Departemen Sosial Republik Indonesia. (2003). Direktori Pahlawan Nasional. Jakarta: Departemen Sosial RI.
Sutarno, J. (2019). Tragedi Mandor Berdarah: Sejarah Kelam Kalimantan Barat. Pontianak: Dinas Sosial Kalbar.
Tempo. (2018). "Rahadi Oesman, Pahlawan Nasional dari Kalimantan Barat", dalam Majalah Tempo edisi November 2018.

Komentar
Posting Komentar